Close

Minum Kopi Bisa Menyebabkan Kematian

INILAHCOM, Jakarta – Masih ingat kasus Wayan Mirna Salihin yang meninggal karena minum kopi Vietnam. Kasus yang sempat menghebohkan pemberitaan tanah air beberapa waktu lalu.

Publik kembali dikejutkan dengan peristiwa tewasnya remaja bernama Firman Hidayat (16) saat menikmati minuman kopi yang dicampur es. Firman yang merupakan siswa kelas 1 di salah satu SMK swasta di Kota Pasuruan, Jawa Timur, jatuh dari kursi saat menikmati es cappuccino pada Rabu (12/7) lalu. Setelah ambruk, Firman diketahui meninggal dunia.

Baik Mirna maupun Firman mempunyai gejala yang sama sebelum meninggal dunia yaitu mengalami kejang-kejang. Eki Firman Maulana (15) rekan almarhum mengungkapkan almarhum mengalami kejang-kejang sebelum jatuh dan meninggal tidak ada gejala aneh pada korban.

“Tadi (korban) datang ke sini duluan, langsung pesan minuman. Saat saya datang minumannya sudah mau habis. Saya lalu pesan minuman juga. Tak lama kemudian, dia jatuh dan meninggal. Almarhum sempat kejang-kejang,” kata Eki Firman Maulana.

Mirip dengan kasus pembunuhan Mirna, Mirna juga awalnya bersama dengan temannya Hani dan Jessica, bertemu di Kafe Olivier Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu, 6 Januari 2016 lalu. Setelah menyeruput es kopi Vietnam pesanannya, Mirna tiba-tiba kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia.

KEMATIAN mendadak tanpa alasan yang dapat dijelaskan terbilang banyak terjadi. Masalah jantung adalah penyebab yang paling signifikan, tapi tentu ada faktor lain yang menyertai. Di antara yang mungkin adalah kelelahan fisik dan konsumsi kafein berlebih.

Studi yang disiarkan jurnal Mayo Clinic Proceedings menyebutkan konsumsi tinggi kopi berkaitan dengan peningkatan resiko kematian pada orang yang berusia di bawah 55 tahun.

Berdasarkan kelompok usia, resiko kematian akibat semua penyebab (jantung, diabetes, dan yang lain) naik lebih dari 50 persen baik bagi bagi lelaki dan perempuan yang lebih muda dari 55 tahun. Hanya saja, menurut peniliti tak ada dampak besar yang ditemukan pada peminum berat kopi berusia di atas 55 tahun.

Dalam studi tersebut, para peneliti dari University of South Carolina meneliti konsumsi kopi lebih dari 43.000 orang yang berusia antara 20 dan 87 tahun mulai 1971 sampai 2002. Selama pertengahan masa penelitian berdurasi 17 tahun, lebih dari 2.500 peserta meninggal.

Pengacara Jesica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menegaskan kematian yang dialami Firman Hidayat tersebut menunjukan bahwa kopi bisa kematian secara alami. Hal itu, juga didukung dengan adanya penelitian di jurnal Mayo Clinic Proceeding yang menyebutkan konsumsi kopi bisa menimbulkan kematian.

“Apa yang dialami Mirna dan Firman ini ada kesamaan. Mereka sama-sama kejang dan meninggal lantara minum kopi. Maka keyakinan saya bahwa mirna mati bukan karena sianida semakin bulat dan kuat. Saya yakin kematian mirna adalah alami( natural death) seperti kematian firman di pasuruan,” tegas Otto Hasibuan.

Banyaknya kematian mendadak yang diakibatkan meminum kopi inilah mendorong tim kuasa hukum Jesica Kumala Wongso mengajukan Peninjauan kembali kasus kliennya. Dikatakan Otto Hasibuan, kematian akibat meminum kopi banyak dijumpai di negara-negara maju dan berkembang.

“Jika kita cari melalui google maka kita banyak temukan kasus kematian mendadak akibat minum kopi,” tambahnya.

Otto berharap majelis hakim MA mau mempertimbahkan peninjaukan kembali kasus Jesica karena kliennya tidak bersalah dalam meninggalnya Wayan Mirna Salihin.

“Saya minta kearifan Mahkamah agung utk dpt meninjau ttg kematian mirna tsb. Kasihan org tdk bersalah dihukum. Siapa yang menanggung dosa?,” lanjut Otto.

Sebelumnya, Konsultan kesehatan saluran cerna dan spesialis penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, juga mengingatkan, konsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya secara berlebihan dapat memicu efek samping membahayakan.

“Kita punya banyak pengalaman terkait kematian mendadak akibat konsumsi kafein. Seperti saat seusai pemilu, ada beberapa petugas KPPS meninggal karena mengalami serangan jantung. Setelah diselidiki, mereka habis kelelahan kerja memaksa untuk terus minum kafein, dari kopi dan minuman berenergi,” tuturnya.

Oleh karena itu, dr Ari pun mengingatkan masyarakat agar lebih pintar dalam mengatur pola hidup, termasuk bijak mengonsumsi minuman berkafein. Hal ini untuk mencegah dampak kesehatan yang mungkin berakibat fatal bagi tubuh.[jat]

Sang Pembelajar

Related Posts

%d blogger menyukai ini: