Close

Mimika Pamer Emas Freeport Hingga Tas Kulit Buaya

INILAHCOM, Jakarta – Kekayaan alam serta potensi ekonomi di Kabupaten Mimika, Papua, bukan hanya emas Freeport saja. Ada hal lain yang menarik yakni tas dari kulit buaya. Wow.

Dalam acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2017, Pemkab Mimika memamerkan produk unggulannya.

Saat INILAHCOM mengunjungi gerai Pemkab Mimika, sejumlah produk unggulan dipamerkan.
Mulai dari berbagai jenis logam mulia yang berasal dari tambang Tembagapura milik PT Freeport Indonesia, hasil laut kabupaten Mimika yang berhadapan langsung dengan Laut Arafuru.

Kepala Bidang Perizinan dan Pemasaran Hasil Laut dan Perikanan, Kabupaten Mimika, Irna Bintankate menuturkan, Laut Arafura merupakan daya tarik fishing ground  bagi usaha perikanan yang bergerak di bidang penangkapan ikan. Baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Beberapa hasil tangkapan yang dipamerkan adalah udang windu, udang banana, kakap putih, kakap fillet merah, dan kepiting.
“Potensi sumber daya perikanan tangkap sebesar 183.154 ton dan potensi perikanan budidaya (tawar, payau, laut) sebesar 91.193 ton,” ujar Irna di JCC, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Sayangnya, diakui Irna, tingkat pemanfaatan potensi perikanan tangkap di Mimika masih dibawah 10%. Dia menerangkan, dari total penduduk Mimika sebanyak 199.311 jiwa, terdapat 19.320 penduduk yang tinggal di pesisir pantai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, terdapat 11.180 jiwa yang terbagi dalam 5.560 rumah tangga perikanan (RTP).
Jika dijual, harga masing-masing hasil laut yang dipamerkan ini berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp120 ribu. Banyak pengunjung yang hendak membeli, akan tetapi hasil tangkapan laut ini tidak dijual.

Selain ikan dan sejenisnya, pemerintah kabupaten Mimika juga menjual emas hasil olahan PT Freeport Indonesia. Yang dibawa macam-macam, ada yang murni emas, tembaga, kristal dan lain sebagainya.

Harganya dipatok mulai Rp800 ribu sampai Rp 1juta saja. Mereka membawanya  langsung dari Mimika. Diakui salah seorang penjaga stand hasil tambang, yang tak mau disebutkan namanya. Logam mulia yang dibawa dari Freeport ini, sudah melewati izin dinas pertambangan dan energi kabupaten Mimika.

Salah seorang pengunjung pameran,bernama Dewi (50)  kepincut untuk membeli hasil tambang milik perusahaan asal Amerika itu.

Dia memilih jenis logam mulia yang masih berbentuk batu seharga Rp800 ribu. Dewi (50). Dewi mengaku tertarik untuk membelinya  lantaran emas itu berasal dari tambang Freeport.

“Karena saya suka emas. Dan ini langsung dari Freeport. Saya belum pernah kesana, makanya saya mau beli emasnya saja dan kebetulan ada di pameran ini,” ujar Dewi kepada INILAHCOM.

Produk lain yang menggelitik INILAHCOM dari stand Mimika adalah beragam kerajinan dari kulit buaya. Kulit buaya ini diolah menjadi pernak pernik wanita, seperti tas jinjing, dompet, sampai ikat pinggang. Harganya dari Rp450 ribu hingga Rp3 juta.

Penjaga stand mengakui, bahan dari kulit buaya sengaja dipilih karena di Mimika masih banyak sungai yang terdapat buayanya. Bak tas branded merk luar negeri, tas berbahan dasar kulit buaya ini dijual seharga Rp3 juta saja.

Dia mengaku, selain di pasarkan di kota Timika dan kabupaten Mimika, tas ini dijual lewat pameran. Pemilik usaha, dikatakan dia, tak berani jika harus mengekspornya.

Ibu berperawakan tambun dengan wajah khas Papua ini, mengatakan di Mimika pun tas-tas yang dijual ini laku keras. Dimana tiap harinya barang selalu terjual 10 item. Bisa dibayangkan bukan berapa penghasilannya.

“Di Mimika hanya ada satu toko, satunya lagi di Kota Timika. Disana juga penjualannya laku keras, kalau di pameran seperti ini biasanya yang beli prajurit (TNI) dan sangat laku,” jelasnya. [ipe]

 

Sang Pembelajar

Related Posts

%d blogger menyukai ini: