Close

Ilmuwan Bikin Embrio Buatan Tanpa Memakai Telur atau Sperma

Minggu, 12 Maret 2017 | 00:12 WIB

Ilmuwan Bikin Embrio Buatan Tanpa Memakai Telur atau Sperma


Embrio tikus buatan setelah 48 jam (kanan) and 96 jam (kiri). Kredit: University of Cambridge/Gizmodo


TEMPO.CO, London – Menggunakan sel induk dalam cawan petri laboratorium, para ilmuwan untuk pertama kalinya menciptakan sebuah embrio yang seluruhnya terbuat dari sel induk.

Embrio tikus buatan itu, dijelaskan bulan ini di jurnal Science, adalah langkah besar menuju penciptaan embrio sintetis yang sangat mirip embrio alami. Ini bisa menjelaskan perkembangan awal dan membantu meningkatkan prosedur perawatan kesuburan.

Ahli biologi Cambridge, Magdalena Zernicka-Goetz, yang karyanya berfokus pada pengembangan keturunan sel, telah lama meneliti pengembangan embrio buatan. Tapi tanpa menggunakan telur, para ilmuwan telah mengalami kesulitan membuat sel-sel untuk berkomunikasi satu sama lain di awal pengembangan.

Para ilmuwan berhasil mengkloning domba Dolly, misalnya, tanpa memerlukan sperma domba jantan, tetapi mereka masih membutuhkan sel telur untuk memadukan DNA dewasa kloning.

Tim Cambridge meneliti masalah ini dengan mengambil sel induk embrionik (sel ditemukan dalam embrio yang dapat tumbuh menjadi semua jenis jaringan tubuh) dan menumbuhkan mereka bersama sel-sel trofoblas induk (sel-sel yang memproduksi plasenta).

Setelah menumbuhkan kedua jenis sel secara terpisah, mereka menggabungkannya dalam matriks gel. Kedua jenis sel mulai mencampur dan berkembang bersama-sama. Setelah empat hari, embrio mulai menyerupai embrio tikus normal.

Tujuannya adalah untuk membuat tikus nyata dari sel-sel ini – dan sains masih terlalu jauh dari itu. Tambahan beberapa jenis sel mungkin akan diperlukan ke dalam campuran agar embrio benar-benar mulai mengembangkan organ. Bahkan, sel mungkin tidak berkembang melewati tahap yang sangat awal, sebagaimana ditampilkan di Science.

Tapi, bisa mempelajari cara sel-sel berkembang di hari-hari awal kehidupan embrio ini sangat penting. Para peneliti Cambridge, misalnya, merekayasa berbagai jenis sel yang berbeda agar tampil berbeda sehingga mereka bisa melacak bagaimana mereka berperilaku saat embrio berkembang.

Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana dua jenis sel bekerja sama untuk membentuk cetak biru untuk tubuh tikus.

GIZMODO | ERWIN

Source link

Sang Pembelajar

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: