Close

Kulit Tomat dan Cangkang Telur Dapat Diubah Menjadi Ban



Kamis, 23 Maret 2017 | 09:47 WIB


Kulit Tomat dan Cangkang Telur Dapat Diubah Menjadi Ban


Karet yang terbuat dari sisa makanan, hasil penelitian Universitas Ohio. Kenneth Chamberlain-Ohio State University


TEMPO.CO, Washington D.C – Peneliti menemukan bahwa material berbasis minyak yang biasa digunakan sebagai pengisi (filler) untuk ban karet dapat digantikan oleh limbah makanan dan sampah lainnya. Ini menawarkan alternatif selain bahan baku dari minyak di bidang manufaktur ban. Selain ban, ilmuwan berpikir menggunakan limbah makanan sebagai pengisi dapat meningkatkan potensi penggunaan karet.

Cindy Barrera, peneliti paska doktoral di Ohio State University (OSU) dan penulis lain penelitian tersebut, menyatakan bahwa pengisi konvensional dapat membuat karet lebih kuat, namun kurang lentur.“Kami menemukan bahwa mengganti bagian yang berbeda dari karbon hitam dengan bubuk kulit telur dan kulit tomat dapat menyebabkan efek sinergis – misalnya, memungkinkan karet yang kuat untuk mempertahankan kelenturannya,” ujar Barrera.

Menurut para ilmuwan, sekitar 30 persen ban terbuat dari karbon hitam, sebuah pengisi berbahan dasar minyak yang didatangkan dari luar negeri. Bahan baku ini semakin langka karena produksi ban terus meningkat. Para peneliti mengatakan kini tidak ada lagi surplus filler karbon hitam. Menurut catatan mereka, karena karbon hitam adalah produk minyak bumi, maka bukan pilihan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, limbah makanan seperti cangkang telur dan kulit tomat sangat berlimpah. Mengacu pada Departemen Pertanian AS (USDA), hampir 100 miliar telur dikonsumsi oleh warga AS setiap tahunnya. Sedangkan 13 juta ton tomat dikonsumsi per tahun. Peneliti mengatakan separuh dari total telur yang dikonsumsi, digunakan di pabrik-pabrik makanan komersial, dimana berton-ton cangkang telur dibuang di tempat pembuangan akhir.

“Kami tidak menyarankan untuk mengumpulkan kulit-kulit telur dari sisa sarapan Anda,” ujar Ketua tim penelitian Katrina Cornish, yang juga peneliti biomaterial. “Kami langsung ke sumber yang paling besar.”

Para peneliti menyatakan bahwa mikrostruktur pori cangkang telur menawarkan luas permukaan yang lebih luas untuk melebur dengan karet sehingga dapat meningkatkan kestabilan. Sedangkan kulit tomat yang tetap stabil pada suhu tinggi memberikan performa yang lebih baik pada karet. Cornish dan timnya melakukan pengujian dari kombinasi cangkang telur dan kulit tomat agar mendapatkan kualitas karet yang paling tahan lama dan paling lentur.

LIVESCIENCE | HOTMA SIREGAR

Source link

Sang Pembelajar

Related Posts

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: